Selasa, 13 November 2012

LAPORAN PENELITIAN "PENGARUH AIR TEH TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU"

LAPORAN PENELITIAN
PENGARUH AIR TEH TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU

A.      PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
Setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya untuk melakukan pertumbuhan. Misalnya saja tumbuhan akan membutuhkan air, unsur hara dan sinar matahari untuk tetap hidup dan berkembang, walaupun kadar yang dibutuhkan akan berbeda untuk setiap jenisnya, misalnya pada tumbuhan xerofit dengan tumbuhan hirofit, jelas berbeda kebutuhan air antara keduanya.
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dalam dunia tumbuhan terjadi persaingan baik persaingan antar jenis tumbuhan maupun dalam sejenis tumbuhan tertentu. Persaingan ini terjadi karena kebutuhan yang tidak terbatas dan sumber daya untuk pemenuhannya sangatlah terbatas. Persaingan untuk mempertahankan hidup ini sering disebut sebagai kompetisi.
Ketersediaan unsur-unsur pendukung hidup ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tumbuhan yang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan keadaan lingkungan yang mendukung tentunya akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dari pada tumbuhan yang asupan nutrisinya kurang.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara factor-faktor dalam dan luar. Faktor dalam adalah faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, antara lain sifat  genetik yang ada di dalam gen dan hormone yang merangsang pertumbuhan. Sedangkan factor luar adalah factor lingkungan. Potensi genetic hanya akan berkembang apabila ditunjang oleh lingkungan yang cocok.
Penyiraman tumbuhan dengan air biasa adalah hal yang wajar dilakukan. Dalam percobaan kali ini kami akan menggunakan air teh untuk uji coba pada tanaman kacang hijau.



2.      Rumusan Masalah
a.      Bagaimanakah pengaruh konsentrasi air teh terhadap pertumbuhan kacang hijau?
b.      Apakah pemberian air teh dengan  konsentrasi yang berbeda dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau ?
c.       Dimana letak perbedaan pertumbuhan kacang hijau yang diberi  air teh ?

3.      Tujuan Penelitian
a.      Untuk mengetahui pengaruh kosentrasi air the terhadap pertumbuhan kacang hijau.
b.      Untuk mengetahui perbedaan kacang hijau pada polibek A, B, C, dan D yang mendapat perlakuan berbeda. 
c.       Untuk mengetahui bagaimana embrio dalam biji kacang hijau mengawali pertumbuhannya.

4.      Manfaat Penelitian
Diharapkan, baik pembaca maupun peneliti mampu memahami tentang proses pertumbuhan yang terjadi pada tanaman kacang hijau, serta dapat mengetahui dan memahami apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman.




B.      LANDASAN TEORI
Pengertian perkecambahan
Perkecambahan merupkan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar.
Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan dikenal dua macam tipe perkecambahan, yaitu hypogeal dan epigeal.
a.      Perkecambahan hypogeal
Pada perkecambahan hypogeal, terjadi pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon tetap berada di dalam tanah. Contoh; kacang kapri.



b.      Perkecambahan epigeal
Pada perkecambahan epigeal, hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon berada di atas tanah. Contoh; kacang hijau, kacang tanah.

Faktor yang memepengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
a)      FAKTOR INTERNAL
        i.            Auksin
      Hormon yang dihasilkan pada embrio dalam biji (koleoptil). Hormon auksin yang pertama kali diisolasi adalah IAA (indole acetic acid) atau asam indol asetat. Sebagian besar IAA disintesis di ujung batang, ujung akar, ujung tunas, daun muda, bunga dan buah, seta sel-sel kambium.
Auksin berperan di dalam:
a.      pengatur pembesaran sel dan memacu perpanjangan sel di daerah belakang meristem ujung.
b.        merangsang pembelahan sel-sel cambium.
c.       meningkatkan perkembangan bunga dan buah.
d.       merangsang perkembangan akar lateral.
e.      menyebabkan pembengkokan batang.
f.        pembentukan akar adventif pada tanaman yang dibiakkan dengan setek.
g.      pembentukan buah partenokarpi.
h.      menghambat pembentukan tunas samping (lateral).
i.        mempercapat terjadinya diferensiasi di daerah merstem dan daerah pengguguran (absisi).
  ii.            Giberelin
Giberelin ditemukan pada semua bagian tanaman, misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah, dan terutama pada biji. Fungsi giberelin adalah:
a.      merangsang pembelahan sel.
b.      merangsang aktivitas enzim amylase dan proteinase yang berperan dalam perkecambahan.
c.       merangsang pembentukan tunas.
d.      menghilangkan dormansi biji.
e.      merangsang pertumbuhan buah  secara parthenogenesis.
     iii.            Sitokinin
Sitokinin dapat ditemukan pada jaringan yang membelah. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Struktur kimia sitokinin lebih sederhana dari pada giberelin dan auksin. Sitokinin yang umum digunakan adalah kinetin. Selain kinetin, contoh sitokinin adalah zeatin (ditemukan pada jagung) dan BAP (6-benzilaminorpurin). Funsi sitokinin adalah:
1.      merangsang pembelahan sel (sitokinesis).
2.      merangsang pembentukan tunas pada batang maupun pada kalus.
3.      menghambat efek dominasi apical oleh auksin.
4.      mempercapat pertumbuhan memanjang.
 iv.            Gas Etilen
      Etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua. Jika buah tua diletakkan di tempat tertentu maka buah akan cepat masak. Hal ini disebabkan karena buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pemasakan buah. Selain itu etilen juga menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal untuk menahan pengruh ngin. Kombinasi etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada mangga dan nanas. Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengtur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.
  v.            Asam Abisat
Tidak semua hormone pada tumbuhan berfungsi memacu pertumbuhan, karena ada beberapa yang justru menghambat pertumbuhan. Secara umum funsi asam abisat adalah:
1.      menghambat pembelahan dan pemnjangan sel.
2.      menunda pertumbuhan atau doemansi, sehingga membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk.
3.      merangsang penutupan mulut daun pada musim kering, sehingga mengurangi aktivitas transpirasi.
4.      membantu peluruhan daun pada musim kering, sehingga tumbuhan tidak kekurangan air melali transpirasi.


 vi.            Asam Traumalin
      Asam traumalin dianggap sebagai hormone luka, karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka.
 vii.            Kalin.
      Hormone kalin berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Hormone ini dibedakan atas rizokalin untuk merangsang pembentukan akar, kaulokalin merangsang pembentukan batang, flokalin merangsang pembentukan daun, dan antokalin/ florigen merangsang pembentukan bunga.

b)      FAKTOR EKSTERNAL
a.      Nutrien
Tumbuhan membutuhkan nutrien untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrien atau zat makanan terdiri dari unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia. Nutrien yang diperlukan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuahan.
Nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsure makro (makronutrien). Contoh unsur makro adalah karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien). Coontoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molybdenum.
b.      Air
Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh tumbuahan dan sebagai medium reaksi enzimatis. Pada tumbuahan yang kekurngan air akan meningkatkan sintesis asam absisat. Sebagai pelarut air juga mempengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi laju metabolisme.
c.       Cahaya
Selain berpengaruh terhadap proses fotosintesis, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ atau terhadap keseluruhan tumbuhan secara langsung.
Keadaan gelap berpengaruh terhadap bentuk luar tumbuhan dan laju panjangnya. Tumbuhan yang diletakkan ditempat gelap akan tumbuh lebih cepat dari pada yang diletakkan di tempat yang terkena cahaya. Akan tetapi, tumbuahan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus dan daun tidak berkembang. Tumbuhan seperti itu mengalami etiolasi. Dalam keadaan tidak ada cahaya, auksin merangsang pemanjangan sel-sel, sehingga tumbuhan tumbuh lebih panjang. Sebaliknya, dalam keadaan banyak cahaya, auksin mengalami kerusakan sehingga tumbuhan tumbuh lebih pendek.
d.      Suhu Udara
Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim, sehingga juga berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. Perubahan suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan yang meliputi reproduksi, fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses tersebut. Suhu optimum yang paling baik untuk pertumbuhan adalah 10-30oC. umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0oC dan di atas 40 oC.
e.      Oksigen
Kandungan oksigen mempengaruhi pertumbuhan organisme. Oksigen mempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan di atas tanah maupun pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah. Tanah yang gembur mempunyai kemampuan besar dalam menyimpan oksigen. Jika kandungan oksigen banyak maka pertumbuhan akar tumbuhan semakin baik.
f.        Kelembapan
Kelembapan udara dan tanah berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerpan nutrien. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan meningkat sehingga penyerapan nutrient akan semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan tanaman.

c)      KACANG HIJAU
Phaeolus aureus Roxb.
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
d)      TEH
Komponen aktif yang terkandung dalam teh, baik yang volatile maupun yang nonvolatile antara lain sebagai berikut.
1. polyphenols (10_25%)
2. methylxanthines
3. asam amino
4. peptida
5. komponen organik lain
6. tannic acids (9_20%)
7. vitamin C (150_250 mg%)
8. vitamin E (25_70 mg%)
9. vitamin K (300_500 IU/g)
10. ß-carotene (13_20%)
11. kalium (1795 mg%)
12. magnesium (192 mg%)
13. mangan (300_600 ug/ml)
14. fluor (0,1_4,2 mg/L)
15. zinc (5,4 mg%)
16. selenium (1,0_1,8 ppm%)
17. copper (0,01 mg%)
18. iron (33 mg%)
19. calcium (7 mg%)
20. caffein (45_50 mg%)
(diolah dari berbagai sumber)

Polyphenols
Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenols, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada pada sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur.
Pada tanaman, flavonoids memberikan perlindungan terhadap adanya stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzyme inhibitor.
Ternyata teh cukup banyak mengandung mineral, baik makro maupun mikro yang banyak berperan dalam fungsi pembentukan enzim di dalam tubuh sebagai enzim antioksidan dan lainnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa teh merupakan sumber mineral yang menyehatkan.




C.      METODOLOGI PENELITIAN
1.      Variabel Penelitian
*      Variabel bebas            : Kelarutan (Molaritas) air teh
*      Variabel terikat           : Tinggi pertumbuhan kacang hijau
*      Variabel terkontrol     : Suhu, gelas air mineral, jumlah kacang disetiap gelas air mineral, cahaya, kelembaban, banyaknya (ml) teh, media kapas,

2.      Alat dan Bahan
*      Alat :
a.      Gelas Aqua            4 buah
b.      Penggaris
c.       Tali Rafia
d.      Kapas 8 lembar
e.      Pipet
f.        Label 8 lembar
*      Bahan
a.      Kacang Hijau
b.      Teh tubruk 2 bungkus kecil
c.       Air

3.      Cara Kerja
*      Persiapan Larutan Teh
a.      Siapkan air 100ml pada dua gelas yang berbeda
b.      Pada gelas pertama, buat larutan teh pekat dengan memasukkan satu bungkus kecil teh tubruk
c.       Pada gelas kedua, buat larutan teh encer dengan memasukkan setengah bungkus kecil teh tubruk
*      Percobaan
a.      Siapkan delapan buah gelas aqua
b.      Masukkan tiga lembar kapas pada setiap gelas aqua
c.       Letakkan sebuah kacang hijau diatas kapas yang ada didalam gelas aqua
d.      Beri nomor gelas aqua dengan menggunakan label
e.      Pada kacang nomor satu sampai dengan empat, siram dengan sepuluh tetes larutan teh yang kental. Dan pada kacang nomor lima sampai dengan delapan, siram dengan sepuluh tetes larutan teh yang cair atau encer.
f.        Ulangi pernyataan nomor lima setiap pagi dan sore hari selama empat hari
g.      Ukur pertumbuhan tinggi kacang hijau setiap hari
h.      Catat dan laporkan hasilnya

4.      Setting (Lokasi) dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dimulai pada tanggal 17 sampai dengan 21 september 2012 dirumah salah satu peneliti.




D.     HASIL dan PEMBAHASAN
*      Hasil
Setelah biji kacang hijau direndam selama 2 jam, mengakibatkan berakhirlah masa dormansi.  Maka dimulailah fase perkecambahan pada biji kacang hijau. Setelah diamati maka diperoleh hasil sebagai barikut :

Hari ke-
Tinggi Pertumbuhan (cm)
Diberi Air Teh Pekat
Diberi Air Teh Encer
1
2
3
4
1
2
3
4
1
0
0
0.4
0
0
0.7
0.8
1
2
1
0.8
0.9
0
2
2.1
4
5.3
3
1.5
1
0.9
0.6
2.3
3.3
4.5
7.4
4
1.7
1
1.2
1
3.6
4
4.7
9.2

*      Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, konsentrasi air teh tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan tanaman kacang hjiau meskipun kandungan-kandungan mineral dalam teh banyak seperti  kalium, magnesium, mangan, flour, zinc, kalsium, dan sebagainnya. Tapi air teh mengandung flavonoids yang memberikan perlindungan pada tanaman terhadap stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur dan bakteri. Air teh mengakibatkan warna pada kotiledon dan batang menjadi merah muda.
   Sesuai dengan hasil diatas, pemberian air teh yang pekat akan membuat pertumbuhan kacang hijau menjadi lambat dibandingkan dengan kacang hijau yang diberi larutan teh yang encer. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan konsentrasi. Konsentrasi yang besar, yaitu pada larutan teh yang pekat akan membuat akar-akar kacang hijau sulit untuk menyerapnya. Sehingga pertumbuhannya menjadi lebih lama. Tanaman dengan konsentrasi air teh lebih banyak tapi pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang konsentrasi air teh lebih sedikit seperti kacang hijau yang diberi teh pekat, ini disebabkan karena faktor gen dan kelempan tanah. Karena gen pada biji kacang hijau itu sendiri mengakibatkan perbedaan dalam laju pertumbuhan masing-masing biji kacang hijau. GEN adalah "substansi hereditas" yang terletak di dalam kromosom.Gen bersifat antara lain : sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom, mengandung informasi genetika, dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. Kelempan tanah juga berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau karena tanah yang lembap banyak mengandung air yang dapat mempengaruhi kepadatan struktur tanah sehingga porositas dan sirkulasi menjadi lebih baik dan tanaman menjadi lebih subur. Penyiraman kadar air yang tidak sama mengakibatkan kelembapan tanah masing-masing polibek berbeda. Untuk faktor lain seperti cahaya, suhu udara dan oksigen tidak berpengaruh karena tanaman kacang hijau di tempatkan pada tempat yang sama dan media yang sama.

E.      PENUTUP
1.      Kesimpulan
Air teh tidak dapat memberikan pengaruh yang sugnifikan terhadap pertumbuhan kacang hijau. Tapi air teh bisa memberikan antioksidan tumbuhan terhadap stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzyme inhibitor. Faktor gen dan kelembapan yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau tersubut.
Pemberian air teh yang berbeda konsentrasi aka menyebabkan pertumbuhan yang berbeda pula. Kacang yang diberi teh dengan konsentrasi tinggi akan tumbuh lebih lama atau lambat dibandingkan dengan kacang yang diberi teh dengan konsentrasi lebih rendah.
Pertumbuhan kacang hijau tertinggi pada kacang encer 4 dengan jumlah total 9.2 cm dan pertumbuhan kacang hijau terendah pada kacang encer 2 dan 4 dengan jumlah total 2 cm.

2.      Saran
Kami mengharapkan dilakukannya penelitian lanjutan mengenai pengaruh teh terhadap pertumbuhan kacang hijau untuk informasi yang lebih tepatnya.
Oleh karena itu saran-saran yang dapat diberikan antara lain sebagai berikut:
a.      Untuk memperoleh hasil yang representatif, hendaknya dilakukan penelitian lanjutan
b.      Untuk mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai pengaruh pemberian air teh terhadap perrtumbuhan kacang hijau, dapat digunakan tanaman yang berbeda dengan penelitian peneliti sekarang ini.
c.       Pengungkapan pengaruh pemberian air teh terhadap pertumbuhan tanaman kacang, tidak terbatas pada tinggi tanaman, tetapi bisa mengukur jumlah daun yang dihasilkan, diameter batang, ataupun pengukuran yang lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar