Selasa, 12 Maret 2013

LAPORAN Pembiasan Cahaya Pada Plan Paralel


MENGHITUNG INDEKS BIAS
DAN
MENENTUKAN PERGESERAN BERKAS SINAR PLAN PARALEL

A.Tujuan Percobaan
    1. Menentukan indeks bias kaca plan paralel
    2. Menentukan pergeseran berkas sinar setelah percobaan melewati kaca plan paralel.

B. Landasan Teori
    Perbedaan cepat rambat cahaya antar satu medium dengan medium lain  menyebabkan peristiwa perubahan arah rambat (pembelokan) cahaya pada batas dua medium tersebut. Jika seberkas cahaya melalui bidang batas antara  dua buah medium yang berbeda tingkat kerapatannya, cahaya akan mengalami perubahan arah ramabt atau dibelokkan. Peristiwa pembelokkan cahaya pada batas dua medium disebut pembiasan. Jadi, pembiasan cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya setelah mengalami perubahan medium. Jika seberkas sinar menuju permukaan kaca plan paralel, maka sinar akan mengalami pembiasan sebanyak dua kali. Pembiasan pertama terjadi ketika cahaya masuk ke kaca. Pembiasan kedua terjadi ketika cahaya keluar dari kaca keudara.
Ketika cahaya dariudara masuk ke kaca, cahaya akan dibiaskan mendekati normal. Setelah itu, cahaya akan keluar dari kaca dan dibiaskan olehudara menjauhi normal. Perjalanan cahaya yang mengalami pembiasan dua kali dapat dilihat pada gambar disamping.
Besarnya pergeseran sinar (t) pada kaca paln paralel dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan seperti berikut:
           
Keterangan:
t = pergeseran sinar
d = tabel kaca plan paralel
i = sudut datang
r = sudut bias
Sebuah sumber cahaya titik seperti Matahari menghasilkan bayangan, dan sinar lampu senter tampak merupakan garis lurus. Kenyataannya, kita menentukan posisi benda di lingkungan kita dengan menganggap bahwa cahaya bergerak dari benda tersebut ke mata kita dengan lintasan garis lurus. Anggapan yang masuk akal ini mengarah ke model berkas dari cahaya.
Model ini menganggap bahwa cahaya berjalan dalam lintasan yang berbentuk garis lurus yang disebut berkas cahaya. Sebenarnya, berkas merupakan idealisasi; dimaksudkan untuk mempresentasikan sinar cahaya yang sangat sempit. Ketika kita melihat sebuah benda, menurut model berkas, cahaya mencapai mata kita dari setiap titik pada benda; walaupun berkas cahaya meninggalkan setiap titik dengan banyak arah, biasanya hanya satu kumpulan kecil dari berkas-berkas ini yang dapat memasuki mata si peneliti. Jika kepala orang tersebut bergerak ke satu sisi, kumpulan berkas yang lain akan memasuki mata dari setiap titik. Pantulan merupakan pembentukan bayangan oleh cermin datar. Ketika cahaya menimpa permukaan benda, sebagian cahaya dipantulkan. Sisanya diserap oleh benda (dan diubah menjadi energi panas) atau,jika benda tersebut transparan seperti kaca atau air, sebagian diteruskan. Untuk benda-benda yang sangat mengkilat seperti cermin berlapis perak, lebih dari 95% cahaya bisa dipantulkan.
Ketika suatu berkas cahaya sempit menimpa permukaan yang rata (gambar) kita definisikan sudut datang (i), sebagai sudut yang dibuat berkas sisnar datang dengan garis normal terhadap permukaan (“normal” bearti tegak lurus) dan sudut pantul (r) sebagai sudut yang dibuat berkas sinar pantul dengan normal. Hasil ini ditemukan secara eksperimen oleh Willebord Snell, seorang ilmuwan Belanda dan dikenal dengan hukum Snellius atau hukum pembiasan.

B. Alat Percobaan
1.         Kaca plan paralel dan meja
2.         Kertas putih polos
3.         Jarum kasur
4.         Busur derajad
5.         Pensil
6.         Pulpen Warna
7.         Penggaris
8.         Sterofoam

C. Langkah Percobaan
1.       Meletakkan lensa plan paralel di kertas kuarto dan membuat blok lensa plan paralel
2.       Menancapkan 2 jarum pentul di depan lensa plan paralel dengan tempat sembarang
3.       Menancapkan 2 jarum pentul di sisi yang lain sehingga keemapat jarum pentul tersebut membentuk satu garis lurus
4.       Melepaskan lensa plan paralel dan jarum pentul
5.       Membuat garis dari 2 jarum pentul di sisi yang sama
6.       Membuat garis normal
7.       Mengukur sudut datangnya ( i ) dan sudut bias ( r  ), serta sudut bias yang keluar dari lensa ( r1 )
8.       Mengukur pergeseran sinar yang datang mula-mula dan yang keluar (d )
9.       Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel.





SELENGKAPNYA kalian bisa DOWNLOAD DISINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar